Profil Pesantren


Sejarah

Pondok Pesantren Darul Iman yang terletak dipesisir timur kota Karawang tepatnya di desa Linggarsari kecamatan telagasari kabupaten Karawang berdiri sejak tahun 1995, pada saat itu pesantren Darul Iman hanya memiliki Mushola kecil sebagai tempat beribadah dan mengaji santrinya pun masih sangat sedikit dan hanya laki-laki, bahkan sebagian pindahan dari Pondok Pesanten Alkhoeriyah pimpinan Almarhum Apa Toto Syarif Muhammad Zakaria yaitu orang tua Kiayi Ade Purnama Alam (pimpinan podok pesantren Darul Iman). Selang dua tahun kemudian tepatnya tahun 1997 dimulailah pembangunan Pondok untuk tempat tinggal para santri putra yang terdiri dari 5 kamar cukup untuk menampung 3 sampai 4 orang. Masjid permanen sendiri baru dibangun pada tahun 1999 dan selesai pada tahun 2001. sebagian besar santrinya mayoritas dari daerah priangan seperti Bandung, Cimahi, Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Cianjur, Bogor dll. Pada tahun 2003 dengan adanya pengajian rutin khusus warga perempuan disekitar maka dibangunlah Majlis khusus pengajian perempuan, selang dua tahun tepatnya pada tahun 2003 dibangunlah pondok khusus putri.

Pondok pesantren Darul Iman sebagai penyelenggara kegiatan pendidikan salafiyah (tradisional) dengan kata lain hanya mengajarkan ilmu-ilmu tentang agama khususnya ilmu tauhid.

Visi

  •  Pribadi Muslim yang Berakhlaq Al-Karimah dan Ilmiah Berlandasan Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah

Misi

  • Memiliki Ilmu Pengetahuan dan berakhlaq karimah
  • Menanamkan kecintaan terhadap Ilmu dan berpola hidup sederhana
  • Bertanggung Jawab dalam Melaksanakan Kewajiban
  • Tidak Suka memperlihatkan Keprihatinan
  • Mempunyai Kepribadian
  • Pola Hidup yang Mandiri
  • Melatih pemikiran yang membawa perubahan kearah positif


Struktur Organisasi

Tugas dan Wewenang

https://ppdaruliman.com/assets/upload/image/Struktur_Organisasi.png

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia sampai saat ini Pondok Pesantren Darul Iman memiliki 5 kamar untuk pondok putra dan 3 kamar untuk pondok putri, Enam kamar mandi. Majlis untuk menunjang pengajian ibu-ibu sekitar dan Masjid untuk menunjang para santri melaksanakan peribadahan

https://ppdaruliman.com/assets/upload/image/ponpesdi1.png

K.H. Apa Toto Syarif Muhammad Zakariya Al-Ansori

Almarhum Apa Toto S.M.Z adalah seorang ulama hakikat dan pengarang/musonif kitab Tauhid dengan nama Aljamiulmuqni yang dahulu pendiri Pondok Pesantren Alkhoeriyah bertempat di Poponcol-Ciwulan-Telagasari Kab. karawang .

https://ppdaruliman.com/assets/upload/image/apa4.jpg

K.H. Ade Purnama Alam

K.H. Ade Purnama Alam sebagai pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darul Iman

https://ppdaruliman.com/assets/upload/image/papap.png

Kitab Aljamiulmuqni

Bismillahirrahmanirrahiim.

“Kitabul jami’il muqni’i : ini adalah sebuah kitab bernama jami’ul muqni,artinya kumpulan ilmu yg mencukupi.

Fi bayani haqiqoti imittauhiidi : dalam membahas yg sebenar-benar nya ilmu mengesakan / menunggalkan Allah.

‘Ala kasyfi fathir rohmani : dengan menjelaskan dari kitab Fathur rohman,

bisyarhi risalatil waliyi ruslani ad damsyiqi : yg diambil dari kitab ‘risalah’ Wali Ruslan Damaskus.

lil haqiril faqiri ‘ad’afunnasi TOTO SYARIF MUHAMMAD ZAKARIYA : oleh yg hina dan butuh (rahmat Allah), yang paling lemah di antara manusia yaitu APA TOTO SYARIF MUHAMMAD ZAKARIYA-Poponcol-Cilewo-Telagasari-Karawang-Jawabarat.

Surah : inilah karya sang Guru Besar kita, Apa Toto Syarif Muhammad Zakariya. yang dinamai kitab ‘Jami’ul Muqni’ yaitu kumpulan ilmu yg mencukupi. Untuk orang yang ingin meningkatkan keimanan, ketauhidan pada Allah, dzat yg maha Tunggal. untuk orang yang ‘murid’ yaitu yang punya keinginan wushul / sampai pada Allah. Yakni derajat hati yg beriman yang tertinggi .

Jami’ul Muqni membahas ilmu tauhid haqiqat. atau APA kadang menyebut juga tauhid khos (husus/tertentu). sebab manusia itu ada yg umum / awam ada juga yg khos / kalangan tertentu. yang khos menurut Allah adalah :

  1. Khos tertinggi, Rosullah SAW
  2. Selanjutnya para Rosul yg lain
  3. Para Nabi
  4. Para Sahabat
  5. Para Tabi’in / Pengikut Sahabat,
  6. Para Wali Allah (kekasih Allah) diantara para Ulama. dengan urutan, 1. ghautsul alam / raja nya para Wali, Syeh Abdul Qodir Jailani. lalu para Wali Qutub / pemimpin para Wali pada setiap generasi. diantaranya adalah Syeh Zakariya Al Anshori. sang kakek buyut guru kita APA TOTO,juga syaikhuna KANG ADE PURNAMA ALAM.

Qauluhu ‘Ala kasyfi fathirrahmaani : Jamì’ul Muqni karya Syaikhuna Apa Toto,yang selesai dikarang tahun 1970 M./ 1390 H. adalah merupakan penjelasan dari kitab Fathur Rahman karya Syaikh Zakariya Al Anshori, tahun 900 H. Sebagaimana sudah disebutkan bahwa Syaikhuna Apa Toto adalah cucu buyut dari Syaikh Zakariya.

Adapun Syaikh Zakariya Al’anshori merupakan Ulama Besar pada zamannya,yaitu antara thn 826 – 926 M. yang termasyhur ke seluruh dunia Islam waktu itu.

Ditukil dari kitab ‘Thobaqotus Syafi’iyatul Kubro’ yaitu data para Ulama besar fiqih Madzhab Syafi’i setiap generasi, karya Syaikh Tajuddin as Subki. bahwa sejak Imam Syafi’i menetap di Kairo,Mesir dari Bagdad tahun 198 H. bersama’an dengan diangkatnya Gubernur Abbas bin Musa menjadi Gubernur Mesir yang mencintai Imam Syafi’i. maka Imam Syafi’i pun menetap di Kairo bersama muridnya yaitu Syekh Abdullah bin Al hakam. maka beliau pun menetap dan mengajarkan ilmu Islam sehingga banyak melahirkan para Ulama besar sesudahnya. Beliau menetap selama 6 tahun hingga wafat thn 204 H. / 819 M.

Adapun tempat belajar mengajar para Ulama murid-murid nya Imam Syafi’i waktu itu adalah Jami’ Al ‘azhar yang berkembang menjadi Universitas Al’azhar sekarang. Nah di Jami’ Al ‘azhar inilah Syaikh Zakariya Belajar sejak kecil. Tercatat pada wktu remajanya beliau sudah hafal Al qur’an seluruhnya,hafal kitab Al’umdah & Mukhtashar Attibrizi. lalu beliau pun menjadi Guru Besar di Al’azhar,bukan sebentar.Yaitu dari usia 40 sampai usia 100 tahun.Beliau mengarang kitab fiqih Minhajut Thulab, lalu beliau perjelas lagi dan menjadi kitab Fathul Wahab, yang terkenal dan banyak dijadikan kajian di pesantren – pesantren di Indonesia. Lalu beliau juga mengarang kitab Tahrir dan juga FATHURRAHMAAN yang sedang kita bicarakan di atas. Tercatat juga bahwa pada tahun 926 H. Syaikh Zakariya al Anshori selesai mengajar di Al’azhar,lalu mengembara ke daerah timur,sampai ke Indonesia.Beliau ikut andil menyebarkan Islam di pulau Sumatera dan Jawa.Bukti peninggalan beliau adalah terdapat naskah kitab Fathul Wahab karya beliau yang beliau hadiahkan pada raja di Riau. Sampai sekarang kitab tesebut ada di Istana Kerajaan Kuntu – Kampar Kiri-Riau. yaitu beliau menyebarkan Islam di situ lalu memberikan cindera mata berupa kitab tersebut. Lalu melanjutkan perjalanan, akhirnya sampai di Pulau Jawa.

di Pualu Jawa beliau bergabung dengan Wali Songo. Waktu itu sudah ada kerajaan Islam yaitu Mataram dengan rajanya Sultan Agung. Lalu Belanda VOC datang menguasai jakarta yang mereka namai Batavia. Sultan Agung pun memerangi Belanda. Tapi selalu kalah. Maka atas rekomendasi para Wali Songo (majelis Wali di Demak) sultan pun memberikan mandat pada Syekh Zakariya utk memimpin pasukan. Namun karena lidah jawa nya yang kental waktu itu,para pasukan tersalah memanggil Beliau. Harusnya Zakariya menjadi Pangeran Jayakarta.Tapi beliau tak menggubris apa pun orang memanggil. Akhirnya Belanda pun kalah oleh pasukan Syeh Zakariya. setelah Batavia bebas, maka beliau ganti nama kota tersebut menjadi Sundakelapa.selanjutnya beliau melanjutkan dakwah Islamnya mengelana dari 1 daerah ke daerah yg lain. diantaranya ke Karawang. Maka beliau digelari orang dgn Syeh Quro.

Bisyarhi risalati waliyi ruslani: dulu,syeh Zakariya menerima kitab Risalah karangan Syeh Ruslan Damaskus (hidup skitar thn 600 H.) Maka isi dari kitab Risalah trsebut diperjelas lagi oleh Syeh Zakariya dan diberi judul Fathur Rohman. artinya pembuka dzat yg maha pengasih yaitu Allah.

Nuktatun Dzorifatun : kata sambutan.

Tidak saya sebutkan terjemah kata per katanya sambutan ini. isinya ; ini sambutan dari Menteri Agama RI tahun 1970 M. yaitu Haji Abdul Malik Abdul Karim Amarullah yg akrab dipanggil HAMKA. Beliau menerima kitab ini dari yg mulia Apa Toto, sang pengarang dan beliau memberi adfis positif bahwa kitab ini bagus sebagai rujukan dlm mempelajari ilmu Tauhid Hakikat & memperdalam Tashawuf.

Bismillahirrahmaanirrahiim

“Bismillahi : aku mulai mengaji kitab ini,Jami’ul Muqni. sambil meminta pada Allah supaya diberi kekuatan untuk bisa mengajinya & diberi barokah dlm mengajinya, dgn menyebut Nama Allah”

Sifat Allah itu ; “Arrohmaani : Yang maha memberi ni’mat besar pada semua makhluk di dunia dan akhirat”

Sifat Allah ; “Arrohiimi : Yang maha memberi ni’mat yg halus pada orang mu’min di dunia dan akhirat”.

Surah : Ini adalah permula’an Jami’ul Muqni. Di mana pengarang memulai menuliskan penanya mengarang kitab ini dari sini. Ini bismillahnya Apa Toto. Lalu bagaimana beliau menjelaskan makna bismillahnya dulu?

Perlu difahami,bahwa dlm memaknai bismillah,semua ulama tidak ada yg berbeda.yaitu,bismillah merupakan permula’an yg haqiqi.di mana banyak sekali dalil Al qur’an dan Hadits Nabi yg menjelaskan kedudukan bismillah. di antaranya :

1. Iqtida’an bil Qur’anil Karim : mengikuti Al Qur’an. karena Al Qur’an pun yg diturunkan Allah dimulai dgn bismillah.

2. Sabda Nabi : “Awwalu maa katabahul qolamu fi lauhil mahfudz,bismillahirrahmaanirrahiim” artinya: “yg paling pertama dituliskan oleh Allah di Lauh Mahfudz Nya adalah bismillahirrahmaanirrahiim.”

3. Amalan biqaulinnabi : “faktubuuha…” artinya : tulislah bismillah itu pada permulaan…

4. Tabrrukan bih : ngalap barokah dgn basmallah.sabda Nabi : “kullu amrin dzi baalin laa yubda’u fihi bibismillahirrahmaanirrahiim fahuwa aqtho’ au abtar au azdam” artinya : setiap perkara/perbuatan yg baik y.g tidak dimulai dgn bismillah maka spti domba patah tanduknya atw domba buduk atw spti orang yg berpenyakit kulit. (kurang sempurna)

Jadi, dalil atau illat(alasan) para ulama selalu memulai tulisannya dgn bismillah adlh mengikuti contoh Al Qur’an. Krna Qur’an pun dlm permulaan surat Fatihah dimulai dgn bismillah. lalu mengamalkan sabda Nabi,bhwa dlm memulai penulisan harus nulis bismillah dulu. lalu mengandung makna berdo’a pada Allah supaya diberi barokah ilmu dgn menulis/membaca bismillah.atw istilahnya tabarrukan / ngalap barokah.

dlm hal ini terbagi 2 :

1. Yang Mulia Apa Toto memulai menulis bismillah sbagai awal Jami’ul Muqni

2. Kita yg mengaji harus ikut ‘membaca’ bismillah dlm memulai mengaji Jami’ul Muqni

yg Mulia Guru Kami berkata: “kita minta pada dzat Allah dimudahkan dlm menerima ilmu,dibisakan,diberi barokah dlm mengaji dengan menyebut nama Allah. bukan meminta pada nama Allah.”

Lanjut beliau, “sifat Allah Arrahmaani : Yg Maha Memberi ni’mat besar,yg mencakup semua ni’mat yg Dia berikan pada semua makhlukNya. ni’mat diciptakan,diberi umur,sehat wal’afiyat,ditangguhkan siksa dari dosa selagi nyawa belum sampai ke kerongkongan (sekarat). dan dlm hal ini ulama terbagi 2 dlm mengartikan ‘arrahmaani’.

1. Apa Toto mengartikan Sifat Allah itu, Yg Maha Rahmaan di dunia dan akhirat. Karena tidak mungkin Maha Rahmaan di dunia saja, di Akhirat tidak.

Allah itu yg Maha sifat Rahmaan di dunia dan akhirat. Juga yg Maha sifat Rahiim di dunia dan akhirat.

2. Jumhur ulama (kebanyakan para ulama) mengartikan : sifat Rahmaan itu yg diterima semua makhluk di dunia.  Sifat Rahiim itu yg diterima orang yg beriman di akhirat.”

Sekilas kayaknya berbeda2 makna ini. Tapi kalau digali lagi lebih dalam, ternyata keduanya sama saja. jadi ini hanya ‘ikhtilaf lafdzi’, perbedaan lafadz saja.

Karena, kata Rahmaan & Rahiim berasal dari kata Rahmat yg artinya ‘irodatu ishoolil khoiri li ahlihi’ : Allah menghendaki menyampaikan suatu kebaikan pada siapa saja yg Dia kehendaki. Makna ini disepakati oleh semua ulama,trmasuk Apa Toto.

Kita murid2 beliau ngga usah bingung. krna Yg Mulia Apa Toto adalah bagian dari Jumhur Ulama itu sendiri. jadi, kalau ada kata dlm sbuah kitab;menurut Jumhur Ulama, berarti menurut Apa Toto juga.,dan begitu pun menurut Syaikhuna.

Singkatnya, sifat Allah Arrahmaan adalah Yg Maha memberi ni’mat yg besar (ni’mat duniawi yg kita terima dgn jasmani/badan dan perasaan pancaindera) dan sifat Allah Arrahiim : Yg Maha memberi ni’mat yg halus yg hanya bisa diterima oleh orang beriman saja. Yaitu di dunia dgn ni’mat iman/manisnya iman dan ni’mat/lezatnya ibadah. Di akhirat dgn ni’mat surga dan ni’mat terbesar

https://ppdaruliman.com/assets/upload/image/kitabaljamiulmuqni.jpg

Filosofi Logo

Warna Hijau (#001a00): Menggambarkan unsur ketenangan kedamaian dan kemulyaan, diharapkan keberadaan Pondok Pesantren darul Iman menjadi tempat untuk menenangkan jiwa dan hati para santri

Warna Putih: Menggambarkan kebersihan hati serta ketenangan dalam berfikir. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Iman sangat berhati-hati dalam mendidik dan membimbing para santri agar memiliki ahlakul karimah.

Segi Enam:  Menggambarkan Rukun Iman yang 6

Tulisan Pondok Pesantren Darul Iman: Merupakan nama lembaga pendidikan salafiyah yang berarti tempat untuk mendidik dan membimbing serta memperkuat keimanan.

Gambar Matahari: Matahari menggambarkan penerang, diharapkan keberadaan Pondok Pesantren Darul Iman menjadikan penerang bagi para santri

Gambar Air Laut: Menggambarkan Luasnya ilmu, diharapkan keberadaan Pondok Pesantren Darul Iman menambah keilmuan dohir maupun batinnya bagi para santri.

Gambar Air menetes ke Gerabah:  Menggambarkan ilmu yang menetes kedalam hati kita, kosongkanlah gerabah milik kita maka air akan masuk (kosongkanlah gerabah ilmu milik kita sehingga pengetahuan baru akan masuk)

Gambar Kitab: Menggambarkan bahwa pendidikan di Pondok Pesantren Darul Iman merujuk pada kitab-kitab karangan para Ulama

 

https://ppdaruliman.com/assets/upload/image/LOGO_DARUL_IMAN-Corel_recolor_mate_001a00.png

Privacy Policy (current) Disclaimer (current)